Korupsi

Pengertian Korupsi Menurut Para Ahli

Posted on

Pengertian Korupsi Menurut Para Ahli – Korupsi berasal dari bahasa latin corruption atau corruptus. Corruptio berasal dari kata corrumpere. Dari bahasa latin itulah turun ke banyak bahasa Eropa, seperti inggris yaitu corruption, corrupt; Perancis yakni corruption dan Belanda yaitu corruptie, korruptie. Dari bahasa Belanda inilah kata corruptie diserap ke dalam bahasa indonesia yaitu korupsi.

Dalam kamus besar Bahasa Indonesia, korupsi berasal dari kata korup artinya : buruk, rusak, busuk; suka memakai barang (uang) yang dipercayakan kepadanya; dapat disogok (memakai kekuasaannya untuk kepentingan pribadi). Dalam kamus tersebut korusi diartikan sebagai penyelewengan atau penyalahgunaan uang negara (perusahaan dsb) untuk keuntungan pribadi atau orang lain.

Johnson mendefinisikan korupsi sebagai penyalahgunaan peran, jabatan publik atau sumber untuk keuntungan pribadi. Dalam defnisi tersebut, terdapat empat komponen yang menyebbkan suatu perbuatan dikategorikansebagai korupsi, yaitu penyalahgunaan (abuse), publik, prbadi (private), dan keuntungan (benefit).

Pengertian Korupsi Menurut Para Ahli

Baharuddin Lopa sebagai seorang penegak Hukum yang disegani mengutip pendapat dari David M. Chalmers, yang menguraikan istilah korupsi dalam berbagai bidang, yakni yang menyangkut masalah penyuapan, yang berhubungan dengan manipulasi di bidang ekonomi, dan yang menyangkut bidang kepentingan umum.

Menurut Black’s Law Dictionary pengertian korupsi adalah: “The act of doing something with an intent to give some advantage inconsistent with official duty and the rights of others; a fiduciary’s of official’s use of a station or office to procure some benefit either personally of for someone else, contrary to the rights of others” (BryanGarner, 1999).

“Tindakan melakukan sesuatu dengan maksud untuk memberikan beberapa keuntungan yang tidak konsisten dengan tugas resmi dan hak orang lain; ini fidusia, penggunaan resmi dari stasiun atau kantor untuk mendapatkan beberapa manfaat baik secara pribadi dari orang lain, bertentangan dengan hak orang lain”

Comments

comments