pengurus bmt bawa kabur duit nasabah

Alih-alih Simpan Uang di BMT agar Berkah, Malah Dibawa Kabur Pengurus

Posted on

pengurus bmt bawa kabur duit nasabah

Ratusan nasabah BMT Insan Amanah dan BMT Istiqomah di Pasar Natar Lampung Selatan marah dan kecewa. Bagaimana tidak? uang yang mereka simpan disana hilang karena kedua BMT ini bangkrut, pengelolanya kabur.

Sekitar tiga hari lalu puluhan nasabah menyantroni kantor BMT Insan Amanah, setelah mendengar kabar tidak beroperasi lagi. Satu tujuan mereka: meminta uang tabungan mereka kembali, sekarang juga!

Mencengangkan, ada nasabah yang menyimpan di BMT tersebut sebanyak Rp 90 juta. Ada juga yang menyimpan uang umroh sebanyak Rp 30 juta. Belum lagi uang simpanan jutaan dan ratusan ribu.

Mereka tak berhasil mendapatkan uang mereka. Para pengelola bilang kalau uang nasabah dibawa kabur Edi, manajer BMT Insan Amanah. Mereka pun mengaku menjadi korban, sebab mereka juga menanam saham.

Para nasabah berusaha mencari keberadaan Edi. Sayang rumahnya telah kosong sejak BMT diumumkan bangkrut. Rumah itu pun melompong tanpa isi, sehingga mereka yang ingin menyita harta Edi harus gigit jari. Tanah dan rumah juga telah digadai di bank.

Kemarahan nasabah memuncak! Alhasil sejumlah nasabah kabarnya telah melaporkan kasus ini ke Polsek Natar. Edi pun buron dan menggondol uang milyaran.

Tadi pagi kantor BMT Insan amanah buka. Puluhan nasabah marah marah dan mengancam akan menghancurkan kantor jika uang mereka tak kembali. Para karyawan dengan muka kuyup hanya bisa menjanjikan 3 bulan. Itu pun dengan catatan hanya berusaha. Mereka lagi lagi memposisikan diri sebagai korban.

Salah satu karyawan mengaku, gelagat tidak beres memang telah mereka rasakan dari perilaku Edi. Sejumlah keputusan diambil sepihak oleh Edi. Celakanya Edi bisa mencairkan uang di BMT di bank tanpa persetujuan yang lain. Sehingga saat BMT pailit, Edi sudah membawa kabur uang tersebut tanpa menyisakan sepeser pun.

Sementara itu, lebih sadis lagi yang terjadi di BMT Istiqomah. Secara diam diam pemilik dan pengelolanya menghilang. Nasabah pun dibuat bingung. Di datangi kantor yang juga juga rumah pemilik BMT kosong melompong. Mereka bak hilang ditelan bumi.

Kini ratusan nasabah kedua BMT tersebut hanya bisa gigit jari. Mereka yang awalnya yakin dengan bau bau syariah, kini mereka sadar bahwa uang mereka memang tidak dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Mereka pun beramai ramai menutup rekening di BMT Baskara yang kini tersisa di Pasar Natar. Mereka pun pindah ke Bank Mandiri yang kebetulan kini memungut tiap hari ala BMT. Ada juga yang mau repot datang ke BRI yang tak jauh pasar.

Kalau sudah begini, bagaimana tanggung-jawab asosiasi yang menangungi BMT, Dinas Koperasi dan stake holder BMT lainnya. Kalau masalah ini dibiarkan, akan muncul phobia terhadap BMT Syariah, ketidak percayaan akut masyarakat terhadap koperasi.

Alhasil, bank yang dikutuk karena ribanya kenyataannya tidak melarikan duit nasabah. Sebaliknya para pengelola BMT yang bermake up syariah justru berperilaku layaknya rampok.

Agaknya, hal ini patut menjadi pelajaran bagi semua komponen ummat yang peduli akan konsep keuangan syariah. Harus segera dibenahi konsep dan semua hal yang terkait dengan keuangan syariah itu, agar kejadian ini ada penyelesaiannya dan juga agar tidak terulang di kemudian hari.

Baru saja dicari:

  • BMT lampung selatan
  • gambar duit ratusan
  • Gambar duit ratusan ribu

Comments

comments