Seperti Inilah Ajaran/Ritual Agama Baha’i

Posted on

Seperti Inilah Ajaran/Ritual Agama Baha’i – Agama Baha’i menjadi topik yang paling banyak dicari akhir-akhir ini. Ini terjadi setelah Menteri Agama RI, Lukman H. Sarifuddin melontarkannya dalam kicauannya di akun Twitternya. Kicauan beliau itu menanggapi permintaan Menteri Dalam Negeri, yang meminta kejelasan status dari agama Baha’i di Indonesia. Terkait hal itu, kami telah membahasnya di sini: Apakah agama Baha’i itu?

Dalam kesempatan kali ini, akan kami paparkan gambaran ajaran dan ritual-ritual ibadah yang dilakukan oleh agama Baha’i. Berikut ini beberapa ajaran/ritual agama Baha’i sebagaimana kami rangkumkan dari berbaai sumber:

  1. Kaum Baha’i melakukan puasa selama 19 hari sebelum merayakan Hari Raya Naurus yang jatuh setiap 21 Maret. Puasa dipandang sebagai periode persiapan spiritual dan regenerasi untuk tahun baru di depan. Dalam kalender Barat, periode ini terjadi antara tanggal 2 dan 21 Maret.
  2. Bahaullah merekomendasikan bahwa umat Baha’i harus bermeditasi setiap hari, berpikir tentang apa yang mereka lakukan pada siang hari dan pada apa tindakan mereka yang layak. Baha’i percaya, bahwa melalui meditasi pintu pengetahuan yang lebih dalam dan inspirasi dapat dibuka, tetapi mereka menghindari takhayul dalam meditasi.
  3. Baha’i tidak menerima syariat zakat, yang menurut penilaian mereka sebagai perbuatan boros. Karenanya, dalam setiap acara kegiatan sosial, kendurian misalnya, mereka memilih mengundang sedikit orang, dengan alasan tidak melakukan pemborosan.
  4. Dalam Baha’i ada ketentuan sembahyang wajib. Bahá’u’lláh membuat doa sehari-hari pribadi kewajiban agama bagi semua Baha’i dari usia 15 ke atas. Setiap hari, salah satu dari tiga sembahyang wajib harus dikatakan:Doa pendek dibacakan sekali setiap 24 jam antara siang dan matahari terbenam;
    Doa menengah diucapkan tiga kali sehari, di pagi hari, pada siang hari dan di malam hari;
    Doa panjang yang harus dibacakan sekali dalam setiap 24 jam setiap saat – idealnya ketika dalam keadaan kagum dan hormat.
  5. Wudhu harus dilakukan sebelum sembahyang wajib. Doa dilakukan di tempat yang bersih, dan menghadap ke arah kuil Bahaullah. Hanya mereka yang sakit atau tua (lebih dari 70) dibebaskan dan mereka mungkin malah membacakan ayat tertentu dari kitab suci mereka 95 kali selama periode 24-jam
  6. Dalam sembahyangnya, Baha’i berkiblat ke Gunung Karmel atau Karamel di Israel.
  7. Baha’i tidak mengenal adanya sembayang wajib yang harus dilakukan secara berjamaah. Pengecualiannya adalah sembayang wajib yang dilakukan secara berjamaah untuk jenazah. Jadi, hanya jenazah saja yang wajib disembahyangkan secara berjamaah.
  8. Iman Baha’i tidak memiliki pendeta atau sakramen, dan hampir tidak ada ritual. Hanya ada tiga ritual Baha’i:- Doa harian wajib
    – Membaca doa untuk orang mati di pemakaman
    – Ritus pernikahan sederhana
  9. Ada dua alasan Baha’i menghindari ritual:- Ritual mudah berubah dan menjadi tidak berarti, sehingga orang membawa mereka keluar demi ritual dan melupakan tujuan spiritual di belakang mereka.- Ritual dapat menjadi bentuk imperialism budaya, memaksakan ritual yang sama pada budaya yang berbeda dan menghancurkan keragaman mereka.
  10. Hari-hari Suci Baha’i:Hari raya Sembilan belas
    Naw-Ruz
    Deklarasi dari Bab
    Hari Raya Ridwan
    Lahirnya Bab
    Hari Lahir Bahaullah
    Kenaikan Bab
    Wafatnya Bahaullah
  11. Tahun Baha’i terdiri dari 19 bulan yang masing-masing 19 hari (361 hari), dengan penambahan “hari-hari kabisat” antara bulan kedelapan belas dan kesembilan belas untuk menyesuaikan kalender dengan tahun matahari. Bulan yang bernama setelah sifat-sifat Allah.

Demikkian beberapa ajaran/ritual agama Bahai yang berhasil kami kumpulkan dari beberapa sumber.

(Sumber: news.okezone.com, agamaminorr.wordpress.com, chrispoerba.wordpress.com)

Baru saja dicari:

  • agama bahai
  • baha\i indonesia
  • kitab suci agama bahai
  • ritual agama bahai
  • sembahyang agama bahai
  • Siapakah Tuhan mereka dalam agama Bahai

Comments

comments